8
Oct

Membangun sebuah perangkat lunak itu tidak lah mudah, bahkan bisa dikatakan sulit. Apalagi perangkat lunak yang dihasilkan diharapkan memiliki kualitas yang baik dan dapat berfungsi secara maksimal sesuai dengan harapan. Akan tetapi terkadang para programmer suka salah kaprah ketika membuat sebuah program, melakukan coding tanpa memperhatikan aspek analisis dan desain terlebih dahulu, lalu yang terjadi kemudian adalah si programmer banyak menghabiskan waktu untuk triall n error dan program tersebut tidak kunjung selesai dikerjakan.

Oleh karenanya muncul suatu bidang ilmu yang secara khusus digunakan untuk melakukan perancangan pembuatan perangkat lunak atau yang lebih terkenal dengan sebutan Rekayasa Perangkat Lunak dalam istilah asing nya software engineering,

Sejarah munculnya Rekayasa Perangkat Lunak sebenarnya dilatarbelakangi oleh adanya krisis perangkat lunak (software crisis) di era tahun 1960-an. Krisis perangkat lunak merupakan akibat langsung dari lahirnya komputer generasi ke 3 yang canggih, ditandai dengan penggunaan Integrated Circuit (IC) untuk komputer. Performansi hardware yang meningkat, membuat adanya kebutuhan untuk memproduksi perangkat lunak yang lebih baik. Akibatnya perangkat lunak yang dihasilkan menjadi menjadi beberapa kali lebih besar dan kompleks. Pendekatan informal yang digunakan pada waktu itu dalam pengembangan perangkat lunak, menjadi tidak cukup efektif (secara cost, waktu dan kualitas). Biaya hardware mulai jatuh dan biaya perangkat lunak menjadi naik cepat. Karena itulah muncul pemikiran untuk menggunakan pendekatan engineering yang lebih pasti, efektif, standard dan terukur dalam pengembangan perangkat lunak.

Dari berbagai literatur, kita dapat menyimpulkan bahwa Rekayasa Perangkat Lunak adalah:

Suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal requirement capturing (analisa kebutuhan pengguna), specification (menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna), desain, coding, testing sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.

Kalimat “seluruh aspek produksi perangkat lunak” membawa implikasi bahwa bahwa Rekayasa Perangkat Lunak tidak hanya berhubungan dengan masalah teknis pengembangan perangkat lunak tetapi juga kegiatan strategis seperti manajemen proyek perangkat lunak, penentuan metode dan proses pengembangan, serta aspek teoritis, yang kesemuanya untuk mendukung terjadinya produksi perangkat lunak.

Kemudian tidak boleh dilupakan bahwa secara definisi perangkat lunak tidak hanya untuk program komputer, tetapi juga termasuk dokumentasi dan konfigurasi data yang berhubungan yang diperlukan untuk membuat program beroperasi dengan benar. Dengan definisi ini otomatis keluaran (output) produksi perangkat lunak disamping program komputer juga dokumentasi lengkap berhubungan dengannya. Ini yang kadang kurang dipahami oleh pengembang, sehingga menganggap cukup memberikan program yang jalan (running program) ke pengguna (customer).

sebagian tulisan disadur dari blog nya om Romi :)

Tags: , ,

This entry was posted on Wednesday, October 8th, 2008 at 9:25 am and is filed under software engineering. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or TrackBack URI from your own site.

4 Responses so far to "rekayasa perangkat lunak(Software Engineering)"

  1. 1 ivan Kasep
    October 8th, 2008 at 9:38 am  

    jadi…kumaha tugas tea teh..
    deuk kerja kelompok wae…
    ato kerja paksa…

  2. 2 bemby soetama
    October 8th, 2008 at 11:41 am  

    sepertinya kerja rodi van..
    heuheueuh :-P
    yang penting subsidi goceng tidak telad…

  3. 3 adith_batam(banyak anak Tanya Ayah Mana?)
    October 8th, 2008 at 11:47 am  

    perangkat lunak teh lain susu wae ningan nya..?

  4. 4 yulhan_we
    December 11th, 2008 at 11:42 am  

    teu sabanding kang… he2
    maksadna hargi software nu diicalna kedah diawiskeun ari kedah kitu mah, padahal aralimeun ari awis2 teuing mah… he2.
    tapi setuju kang emang kudu kitu saena mah. pis ah!

Leave a reply

Name (*)
Mail (*)
URI
Comment